Pages

February 27, 2021

REVIEW : COUNTERPART (TV SERIES)

“We’re caught in the middle of something, whether we want to be or not.”

Saat sedang overthinking merenungi kehidupan sembari memikirkan ide cerita agar dapur tetap ngebul, Justin Marks terpikir gagasan gila, “bagaimana kalau aku bikin sebuah serial yang tidak hanya dibintangi oleh satu J.K. Simmons saja tapi ada dua?.” Tentu, ini hanya karangan hamba semata. Tapi bagaimanapun awal mulanya, “menggandakan” Pak Simmons adalah sebuah rencana yang jenius. Dia adalah aktor yang lebih dari sekadar kompeten dan kemenangannya di Oscar berkat perannya sebagai guru musik yang sadis dalam Whiplash (2014) adalah pembuktiannya. Melalui serial keluaran Sony Pictures Television berjudul Counterpart yang merentang sepanjang dua musim dengan total 20 episode, beliau diberi dua peran unik yang menguji kemampuan berlakonnya. Peran yang dimainkannya sama-sama bernama Howard Silk dan pada dasarnya, kedua karakter ini berbagi kesamaan di sepanjang hidup mereka sekalipun jauh terpisah. Akan tetapi, saat memperbincangkan soal karakteristik, kamu akan melihat keduanya sebagai orang berbeda. Nyaris tidak ada persamaan yang akan membuatmu bertanya-tanya, “bagaimana bisa dua manusia yang mempunyai sejarah masa lalu serupa dapat tumbuh berkembang menjadi manusia yang berlainan?.”  

Ya, dua Howard Silk ini memang dikisahkan memiliki perjalanan hidup yang sama. Baik dari orang tua, jenjang pendidikan, sampai urusan asmara. Identik, tapi bukan saudara kembar. Howard pertama yang kita kenal (sebagai pembeda disebut Howard Alpha) berasal dari dunia yang kita tempati sekarang. Dia mempunyai pekerjaan yang membosankan sekaligus tak jelas kegunaannya di kantor PBB cabang Berlin selama 30 tahun. Saat dirinya menghadap ke atasan, Peter Quayle (Harry Lloyd), dengan harapan akhirnya bisa naik jabatan, Howard justru mendapat kejutan tak disangka-sangka. Dia dipertemukan dengan “kembarannya” yang juga bernama Howard (disebut sebagai Howard Prime) yang berasal dari Sisi Lain. Sebuah tempat yang tak hanya asing bagi kita, tapi juga karakter inti di serial ini. Konon, Sisi Lain adalah bagian dari dunia paralel yang tercetus pada tahun 1987 saat sebuah eksperimen yang berlangsung pada masa Perang Dingin mengalami kegagalan. Ada gerbang yang tiba-tiba muncul dan saat kita melintasinya, kita akan memasuki dunia yang sama persis dengan kita. Pembedanya, dunia dimana Prime bernaung mengalami kerusakan parah setelah terjadi pandemi yang disinyalir dikirimkan secara sengaja oleh dunia Alpha yang seketika menciptakan permusuhan diantara dua dunia ini.

Kedatangan Howard Prime yang berstatus sebagai agen rahasia ke dunia Alpha sendiri didorong oleh misinya untuk meringkus seorang pembunuh bayaran bernama Baldwin (Sara Serraiocco) yang kabur ke dunia Alpha. Menurut pengakuan Howard Prime, Baldwin berencana membunuh istri Howard Alpha, Emily (Olivia Williams) yang kini terbaring koma di rumah sakit. Apa tujuannya? Tidak ada yang tahu pasti. Selama beberapa episode awal Counterpart, Marks memang menghadirkan cukup banyak pertanyaan dengan harapan dapat menggaet atensi penonton. Bagi yang menggemari tontonan thriller spionase dan tidak keberatan dengan laju penceritaan yang bergerak secara perlahan, apa yang disodorkan oleh Counterpart ini mesti diakui menarik. Malah, sangat menarik. Serial mengupas misterinya sedikit demi sedikit yang seiring berjalannya durasi semakin membuatmu kecanduan. Menariknya, bukan hanya semata-mata memancing keingintahuan kita mengenai rahasia yang tersembunyi dibalik kedatangan Howard Prime maupun intrik dua dunia, melainkan turut mendorong kita pada perenungan filosofis mengenai manusia dan kehidupan. 

Melalui sosok dua Howard, penonton dihadapkan pada studi karakter yang mempertanyakan tentang karakteristik manusia. Apakah karakter seseorang adalah bawaan dari lahir yang sulit diubah atau bisa dibentuk secara fleksibel oleh pengalaman hidup? Ya, kita akan terus mempertanyakan ini seraya mengagumi betapa apiknya performa yang disuguhkan oleh J.K. Simmons. Beliau tak semata-mata menduplikasi peran yang pernah dimainkan sebelumnya, melainkan betul-betul berupaya untuk menghadirkan sosok Howard dengan interpretasi baru. Di tangannya, Howard Alpha berhasil digambarkan sebagai everyman yang hidupnya lempeng-lempeng saja, sementara Howard Prime tampil penuh percaya diri dalam setiap langkah yang diambilnya. Tanpa harus ditambah aksesoris berlebihan – Simmons hanya menggunakan topi sebagai pembeda – keduanya sanggup terlihat kontras. Kamu bisa mendeteksi perbedaan diantara mereka secara jelas dan kamu pun bisa menyematkan simpati kepada keduanya sekalipun secara penokohan sangat bertentangan. Hebat memang Pak Simmons ini!

Penasaran dengan kelanjutan intrik yang dihadapi oleh duo Howard? Kalian bisa melahap seluruh episode Counterpart sampai musim kedua di layanan streaming Mola TV. Biaya berlangganannya murah kok. Untuk paket standar, kamu bisa dapatkan hanya dengan Rp. 12.500. Sementara untuk paket HBO GO, kamu akan dikenai biaya sebesar Rp. 65.000. Pembayarannya bisa dilakukan melalui ATM maupun OVO. Selain Counterpart, banyak serial lain yang menarik lho mulai dari Two Weeks To Live hingga Into The Dark.

5 comments: