“We’re caught in the middle of something, whether we want to be or not.”
Saat sedang overthinking merenungi kehidupan sembari memikirkan ide cerita agar dapur tetap ngebul, Justin Marks terpikir gagasan gila, “bagaimana kalau aku bikin sebuah serial yang tidak hanya dibintangi oleh satu J.K. Simmons saja tapi ada dua?.” Tentu, ini hanya karangan hamba semata. Tapi bagaimanapun awal mulanya, “menggandakan” Pak Simmons adalah sebuah rencana yang jenius. Dia adalah aktor yang lebih dari sekadar kompeten dan kemenangannya di Oscar berkat perannya sebagai guru musik yang sadis dalam Whiplash (2014) adalah pembuktiannya. Melalui serial keluaran Sony Pictures Television berjudul Counterpart yang merentang sepanjang dua musim dengan total 20 episode, beliau diberi dua peran unik yang menguji kemampuan berlakonnya. Peran yang dimainkannya sama-sama bernama Howard Silk dan pada dasarnya, kedua karakter ini berbagi kesamaan di sepanjang hidup mereka sekalipun jauh terpisah. Akan tetapi, saat memperbincangkan soal karakteristik, kamu akan melihat keduanya sebagai orang berbeda. Nyaris tidak ada persamaan yang akan membuatmu bertanya-tanya, “bagaimana bisa dua manusia yang mempunyai sejarah masa lalu serupa dapat tumbuh berkembang menjadi manusia yang berlainan?.”





