21 Oktober 2014

REVIEW : 3 NAFAS LIKAS


"Memilih cita-cita yang terpenting adalah apa yang mau kita capai di hari esok dengan cita-cita itu."

Mungkin, mayoritas penonton yang bersedia menyisihkan sedikit uang dan meluangkan sedikit waktu untuk menyaksikan film dengan salah satu desain poster tercantik tahun ini tidak benar-benar mengetahui siapa sosok Likas Tarigan dijadikan sebagai bahan pergunjingan di sini. Namanya begitu asing di telinga. Bahkan ketika kamu mengubek-ngubek buku sejarah untuk mencari latar belakangnya, kemungkinan akan dihadapkan pada jalan buntu saking minimnya (atau bahkan tidak ada!) informasi yang tersedia. Hal ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya terlebih film biopik di Indonesia selama ini umumnya memfokuskan diri terbatas pada tokoh-tokoh besar yang namanya telah dikenal seantero nusantara. “Siapa sesungguhnya Likas Tarigan? Apa yang membuatnya begitu istimewa sehingga dirasa perlu mengangkat kisah hidupnya ke layar lebar?” adalah pertanyaan umum yang menyertai penonton kebanyakan sebelum melangkahkan kaki ke dalam gedung bioskop. Jika kamu benar-benar tidak tahu, biarkan ketidaktahuan itu menyertaimu hingga selesai menyaksikan 3 Nafas Likas untuk memberi daya tarik lebih pada guliran kisah. 

15 Oktober 2014

REVIEW : THE JUDGE


“My father is a lot of unpleasant things, but murderer is not one of them.” 

Kerinduan cukup besar terhadap sajian courtroom seru a la film dekade 90-an semacam A Time to Kill beserta adaptasi-adaptasi dari novel John Grisham (The Firm, The Rainmaker) yang berisi pengacara-pengacara kelas kakap bersilat lidah mengeluarkan jurus bujuk rayu untuk membuai para juri dengan sesekali diselingi investigasi adalah alasan utama yang mendasari saya menyaksikan The Judge. Tentu, selain ingin menyimak kolaborasi akting Robert Duvall bersama Robert Downey, Jr dalam peran berbedanya di luar Tony Stark maupun Sherlock Holmes di beberapa tahun terakhir ini. Akan tetapi, apa yang lantas tidak disangka-sangka adalah mampu memperoleh lebih dari sekadar keinginan untuk bernostalgia. The Judge bukan saja soal pertarungan sengit antara dua pengacara handal dalam memenangkan perkara di meja hijau, tetapi juga pertarungan ayah-anak dalam meredam ego masing-masing demi melepas masa lalu kelam yang selama ini senantiasa membayangi.  

11 Oktober 2014

REVIEW : STRAWBERRY SURPRISE


“Aku janji untuk menelan manis, asam, dan pahit hidup ini sama kamu. Aku siap hidupku meledak-ledak nggak tertebak bareng kamu.” 

Sulit untuk mengenyahkan begitu saja dari ingatan duet maut yang diperagakan oleh Reza Rahadian bersama Acha Septriasa melalui Test Pack: You’re My Baby, dua tahun silam. Bahkan, berkat penampilan emosional – sekaligus kemampuan membangun chemistry ciamik bersama lawan main – Acha Septriasa diganjar Piala Citra pertamanya di sini. Keduanya memberikan performa kelas wahid yang membuktikan kelayakan mereka untuk menempati posisi singgasana sebagai aktor-aktris muda terbaik di sinema Indonesia masa kini. Posisi Reza semakin dimantapkan, sementara khusus untuk Acha, tidak ada lagi yang berani meremehkan kemampuan berolah perannya. Ketika ‘pernikahan’ mereka bubar jalan, ada semacam kerinduan untuk menengok kembali pasangan penuh kemesraan ini dipersatukan kembali lewat film layar lebar. Inilah salah satu reuni yang dinanti-nantikan. Starvision yang menyadari penuh keinginan publik untuk melihat Acha dan Reza sekali lagi disandingkan dalam satu frame, mempertemukan keduanya lewat Strawberry Surprise

10 Oktober 2014

REVIEW : DRACULA UNTOLD


Tunggu, kita mendapat satu lagi film tentang, errr... Drakula? Sepertinya para sineas dunia begitu terobsesi mengeksploitasi makhluk pengisap darah dari novel klasik rekaan Bram Stoker ini sehingga tidak tanggung-tanggung ada banyak bermunculan versi dalam 5 tahun terakhir – termasuk film animasi yang disulih suara oleh Adam Sandler serta serial televisi yang menampilkan Jonathan Rhys Myers. They just can’t get enough of Dracula. Dengan beragam pendefinisian yang telah dilakukan terhadap kehidupan Count Dracula selama ini, maka boleh jadi tidak ada lagi sisi si vampir yang tersisa untuk dicelotehkan. Tapi, kamu tentu tidak berpikir Hollywood akan kehabisan akal, bukan? Jika mereka bisa mengacak-acak sejarah presiden favorit masyarakat Amerika, mengapa tidak untuk sebuah karakter literatur yang memang telah terbiasa menghadapi dekonstruksi? Lagipula, Gary Shore bersama dua rekan penulis skrip, Matt Sazama dan Burk Sharpless, menemukan sisi lain yang terlupakan dari Dracula untuk diceritakan di berbagai filmnya melalui Dracula Untold, yakni asal-muasalnya. 

7 Oktober 2014

REVIEW : HAJI BACKPACKER


“Ketika kamu mengharap sesuatu, kamu merasa Tuhan mendukungmu. Ketika harapan itu tidak kunjung tercapai, kamu menganggap bahwa Tuhan meninggalkanmu. Itu bukan cinta.” 

Tidak sedikit yang memperkirakan Haji Backpacker adalah perwujudan gambar dari buku panduan bertamasya dengan bujet secekak mungkin – secara spesifik, naik haji tanpa merogoh kocek dalam-dalam – yang akhir-akhir ini banyak kamu jumpai tersusun rapi di rak-rak toko buku. Dugaan ini beralasan mengingat buku berjudul sama rekaan Aguk Irawan pun berceloteh kurang lebih serupa, walau memoar ini lebih mengisahkan pada perjuangan seorang mahasiswa Indonesia berekonomi lemah yang tengah menimba ilmu di Mesir untuk menyempurnakan rukun Islam lewat cara ‘ngebolang’. Jika kamu benar-benar berharap Haji Backpacker akan memberikanmu tips bagaimana caranya beribadah haji murah meriah, maka bersiaplah buat kecewa karena jelas bukan itu yang ingin diutarakan oleh Danial Rifki (La Tahzan). Ini lebih kepada perjalanan spiritual seorang Hamba Allah dalam menemukan kembali keimanannya yang sempat terenggut oleh luapan amarah yang tak terbendung. 

3 Oktober 2014

REVIEW : THE EQUALIZER


“Progress. Not Perfection.” 

Seberapa jauh kamu mengenal orang yang nyaris setiap hari berada di sekelilingmu; rekan kerja, teman seperjuangan dalam menimba ilmu, atau tetangga? Ketika kamu mengira telah mengetahui semua tentangnya, sejatinya tanpa disadari... itu hanyalah sebagian kecil. Bahkan bisa jadi bukan kenyataan sebetulnya. Mungkin dia memang memiliki hati yang tulus, tetapi mungkin saja dia pembunuh berdarah dingin. What do we know? The Equalizer yang diadaptasi dari serial televisi angkatan 80-an berjudul sama adalah contoh sempurna bagaimana kita merasa telah mengenal baik rekan kerja yang duduk di meja sebelah, tetapi sesungguhnya tidak sama sekali. Dikemas melalui gelaran action-thriller, kolaborasi reuni bagi Denzel Washington dan Antoine Fuqua setelah Training Day (2001) yang menghantarkan piala Oscar untuk Washington ini jelas bukanlah sesuatu yang seharusnya kamu pandang sebelah mata karena sajiannya yang begitu seru, menegangkan, serta brutal. Sulit untuk menolak daya pikatnya. 

2 Oktober 2014

REVIEW : ANNABELLE


Ada banyak motivasi menyertai saat penonton memutuskan menyisihkan uang dan waktu untuk menyaksikan The Conjuring. Bisa dipastikan, salah satunya adalah kepenasaran terhadap sosok Annabelle, boneka berbentuk gadis cilik, yang keseramannya digadang-gadang mampu menyaingi Chucky yang memiliki kegemaran membantai manusia. Sebagai salah satu magnet utama yang menarik penonton untuk berduyun-duyun mendatangi bioskop, maka tiada mengherankan saat The Conjuring memperoleh respon menggembirakan dari berbagai kalangan, Annabelle pun kena getahnya. Jatah tampil yang minim – sementara keingintahuan terhadap sepak terjang boneka setan ini masih begitu besar – membuat pihak studio memutuskan untuk menciptakan film tersendiri untuknya. Mengeksplorasi lebih jauh kekejaman dari si boneka yang kalah saing dari Bathsheba di film arahan James Wan tersebut. 
Mobile Edition
By Blogger Touch