July 2, 2012

REVIEW : CINTA DI SAKU CELANA


"Gua ga minta hal-hal yang gila dari lo. Gua cuma minta lo nyopet cinta." - Ahmad

Cinta di Saku Celana beranjak dari cerita pendek berjudul Cinta di Saku Belakang Celana yang berada dalam kumpulan cerpen "I Didn't Lose My Heart, I Sold It on eBay" yang ditulis oleh sang sutradara, Fajar Nugros. Setelah berbulan-bulan lamanya masyarakat dijejali dengan film romantis cengeng yang menjadikan penyakit mematikan sebagai musuh utama, akhirnya hadir sebuah film komedi romantis dari penulis naskah Tendangan Dari Langit dan pembesut Queen Bee yang tidak disangka-sangka sangat menghibur. Filmnya sendiri terbilang cukup absurd, rasanya hampir mustahil benar-benar terjadi di kehidupan nyata. Akan tetapi, mengesampingkan plotnya yang ajaib, Fajar Nugros masih tetap sanggup menghadirkan sebuah film yang tidak hanya manis, tetapi juga lucu dan menghibur. Tidak dengan cara yang saru, kasar, maupun menjijikan, namun lebih kepada situasi dan dialog. Salut untuk Ben Sihombing selaku penulis naskah. Ketepatan Fajar Nugros dalam memilih pemain adalah kunci kesuksesan dari film ini. Sejumlah pemain hebat tumpek blek disini. Mulai dari Donny Alamsyah, Joanna Alexandra, Ramon Y Tungka, Gading Marten, Dion Wiyoko, Endhita, hingga Lukman Sardi. Dan saya masih belum menyebutkan Luna Maya, Yati Surachman, Agus Kuncoro dan Masayu Anastasia yang nongol tak lebih dari satu menit namun sukses mencuri perhatian. 

Yang menjadi protagonis utama dalam Cinta di Saku Celana adalah Donny Alamsyah. Dia berperan sebagai Ahmad, petugas di kantor pos, yang ingin merasakan cinta. Tumbuh besar sebagai yatim piatu di panti asuhan, dengan Ibu Panti Asuhan (Vita Ramona) bermuka datar tanpa ekspresi, Ahmad belum pernah merasakan nikmatnya cinta. Dalam konteks ini, kekasih. Ahmad kalah telak dengan sahabatnya, Gifar (Dion Wiyoko), yang dengan mudah menaklukkan hati para wanita, walaupun saya sama sekali tidak yakin cara-cara Gifar menggaet wanita akan berjalan dengan mulus apabila diterapkan di luar film. Sebenarnya ada satu gadis yang membuat Ahmad klepek-klepek setiap kali memandangnya. Gadis tersebut bernama Bening (Joanna Alexandra). Mereka berdua kerap bertemu di gerbong KRL. Hanya saja, tak ada keberanian dalam diri Ahmad untuk mengajak berkenalan Bening. Dan selama kurang lebih satu tahun, alih-alih berusaha untuk pedekate, Ahmad hanya memandanginya saja. Lucunya, Bening pun seakan tidak merasa jika nyaris setiap hari ada seorang pria bertubuh tegap berwajah sangar yang selalu mengamatinya. Kalau Anda adalah Bening mungkin sudah ngeri duluan dan ogah naik KRL lagi, kali ya? 

Atas saran dari Ibu Panti Asuhan dan Gifar, Ahmad membuat semacam surat cinta untuk Bening. Dasar sial, karena kecopetan surat itu pun raib. Rasa percaya diri Ahmad pun runtuh. Segalanya menjadi kian absurd tatkala Ahmad berkenalan dengan pencopet kelas teri bernama Gubeng (Ramon Y Tungka). Masa-masa ketika Ahmad dan Gubeng bersama adalah yang paling saya suka dari film ini. Chemistry yang terjalin diantara mereka terasa asyik dan kompak. Ramon Y Tungka pun membawakan dialognya dalam Boso Suroboyoan asli, bukan Bahasa Indonesia yang sok-sok dibuat medhok, dan ini membuatnya terasa segar dan lucu. Tujuan Ahmad berkenalan dengan Gubeng adalah meminta bantuan untuk mencuri cinta Bening. Nah lho, malah minta bantuan copet. Cinta yang diidam-idamkan oleh sang tokoh utama pun tak semakin mendekat, malah menjadi semakin jauh dan memusingkan. Bening nampak jatuh hati pada Gubeng terutama setelah diselamatkan dari sebuah peristiwa tawuran antar pelajar sekolah di stasiun. Ketika Gubeng menghilang, Bening jatuh ke pelukan ke Roy (Gading Marten), pemilik Laundry sekaligus gembong narkoba.  

Tak seperti film komedi romantis kebanyakan yang cenderung berjalan dengan alur yang linear dan mudah dipahami, Fajar Nugros mengajak para penontonnya untuk berfilosofis serta bermain-main dengan simbol dan metafora yang ditebarnya di nyaris penjuru film demi memberikan penjelasan mengenai cinta. Inilah yang membuat Cinta di Saku Celana menjadi terasa absurd bagi yang tidak terbiasa dengan film semacam ini. Akan tetapi, dengan segala macam simbol yang bermunculan dimana-mana, tidak lantas membuat film ini menjadi berat dan memusingkan. Seperti yang telah saya tulis di awal resensi, ini adalah sebuah film yang menghibur. Terasa segar dengan pendekatan yang terbilang baru untuk film komedi romantis buatan sineas lokal, dan menyenangkan dengan visual yang cantik serta jajaran pemainnya yang berakting lepas. Selain nama-nama yang telah saya sebutkan sebelumnya, Cinta di Saku Celana masih memiliki Imey Liem, Pricillia Tanamal, Eko Kristianto, Baim, dan Vita Ramona yang hanya mendapat porsi tampil sedikit namun sanggup meninggalkan kesan yang cukup dalam. Jangan lupakan pula Tya Subiakto dan Khikmawan Sentosa selaku penata musik dan penata suara yang turut memberikan sumbangsih dalam menyukseskan film ini. Pujian pun patut disematkan kepada Slank yang telah bersedia membawakan lagu tema yang sanggup membuat film menjadi terasa lebih hidup. Secara keseluruhan, meski masih jauh dari sempurna, Cinta di Saku Celana sukses menjalankan misinya dalam menghadirkan sebuah tontonan komedi romantis yang berbeda dari yang sudah-sudah. Judulnya mungkin terdengar cheesy, posternya pun tak menggugah selera, bahkan plotnya sendiri pun ajaib, akan tetapi sulit rasanya untuk tidak jatuh cinta kepada film ini terutama dengan jajaran pemainnya yang tampil menghibur. Sebuah film di masa liburan yang sangat menyenangkan.

Acceptable



5 comments:

  1. wahh kaya nya seruu nih film yang satu ini. judulnya aja udah unik " cinta di saku celana" uuuh penasaran.

    ReplyDelete
  2. Barusan nonton filmnya kemarin. Suka bangettttt!!! Romantis dan lucu. Bener2 recommended deh pokoknya :)

    ReplyDelete
  3. Barusan nonton kemarin. Suka bangettttt sama film ini! Lucu dan romantis. Bener2 recommended deh pokoknya. Nice review, btw :)

    ReplyDelete
  4. lagunya bagus judul lagunya apa?

    ReplyDelete
  5. Ada 3 lagu di film ini; Cinta di Saku Celana, Foto di Dalam Dompet, dan Hey Love :)

    ReplyDelete

Mobile Edition
By Blogger Touch