January 23, 2019

REVIEW : ORANG KAYA BARU


“Duit kalau dikit cukup, kalau banyak nggak cukup.”

Wahai sobat misqueen dimanapun kalian berada, pernah nggak sih kalian membayangkan nikmatnya memiliki uang tak terbatas? Membayangkan apa saja yang bisa kalian lakukan dengan uang tersebut tanpa harus khawatir bakal meratapi saldo yang tersisa di ATM? Membayangkan seandainya keluarga kalian tiba-tiba ketiban rejeki nomplok yang tak diduga-duga asal muasalnya? Apabila kamu memiliki banyak mimpi (termasuk mimpi bisa makan enak sepuasnya!), rasa-rasanya imajinasi semacam ini sulit terhindarkan. Lagian, siapa sih yang tidak ingin segala kebutuhannya dapat terpenuhi secara mudah? Manusiawi kok. Saya pun cukup sering berandai-andai, “andai orang tua saya ternyata tajir melintir”, meski pada akhirnya dibangunkan lagi oleh kenyataan bahwa saya mesti tetap “kerja, kerja, kerja” lalu “nabung, nabung, nabung” apabila ingin menikmati liburan selama berhari-hari di luar kota. Reality sucks, huh? Yang tak pernah disangka-sangka, sutradara kenamaan Joko Anwar (Pengabdi Setan, A Copy of My Mind) pun pernah berada di fase ini di masa lampau, di masa kecilnya. Menciptakan pengandaian sejenis demi membentengi diri dari gempuran realita kehidupan yang pahit. Sebuah pengandaian yang lantas dimanfaatkannya sebagai premis untuk mengembangkan naskah film komedi bertajuk Orang Kaya Baru yang kursi penyutradaraannya diserahkan kepada teman baiknya, Ody C. Harahap (Me Vs Mami, Sweet 20), lantaran Joko mempunyai kesibukan lain yakni mempersiapkan proyek akbar Gundala. 


Dalam Orang Kaya Baru, Ody beserta Joko menyoroti kekagokan sejumlah sobat misqueen dalam beradaptasi dengan gaya hidup baru setelah mereka memperoleh warisan seabrek-abrek. Sobat misqueen tersebut terdiri dari seorang ibu (Cut Mini) beserta tiga putra-putrinya; Tika (Raline Shah), Duta (Derby Romero), dan Dodi (Fatih Unru). Pada mulanya, mereka berempat bersama sang kepala keluarga (Lukman Sardi) tinggal di sebuah rumah sederhana yang letaknya berada dalam kawasan padat penduduk. Guna menyambung hidup, sang ayah bekerja di bengkel sementara sang ibu berjualan kue. Meski tak dilimpahi harta yang membuat Tika dan Dodi acapkali dijadikan bulan-bulanan oleh teman mereka yang kaya, ada kehangatan yang bisa dirasakan dalam keluarga ini. Mereka masih bisa meluangkan waktu untuk makan malam bersama, mereka masih bisa bersenda gurau bersama, dan mereka masih bisa menghabiskan quality time bersama. Sebuah kebersamaan yang makin jarang didapat di era serba teknologi ini. Akan tetapi, semuanya seketika berubah setelah sang kepala keluarga menghadap ke Yang Maha Satu dan memberikan kabar mengejutkan melalui pengacaranya: ternyata, selama ini dia mempunyai banyak harta! Sang kepala keluarga sengaja merahasiakan fakta ini dari istri dan anaknya agar mereka lebih menghargai hidup, lebih menghargai uang, dan lebih menghargai manusia. Benar saja, semenjak Tika beserta keluarganya menjadi orang kaya baru, secara perlahan tapi pasti hubungan dalam keluarga ini tak lagi sehangat dulu.


Seperti telah tergambar melalui materi promosinya, Orang Kaya Baru merupakan pilihan yang sangat tepat apabila kamu ingin melepas penat barang sejenak dengan bersenang-senang di dalam bioskop. Betapa tidak, ini adalah film yang memiliki kandungan hiburan di level “cukup tinggi” dan gelak tawa berderai-derai dari penonton akan mudah terdengar di berbagai titik. Entah itu saat para protagonis kita masih tergolong proletar, maupun saat protagonis kita telah berjalan beriringan bersama kaum borjuis. Alih-alih menangisi kengenesan yang dialami Tika beserta kedua saudaranya, Ody dan Joko memilih untuk membawakannya secara santai bahkan cenderung komikal. Beberapa contoh adegan yang merefleksikan ‘kengenesan’ mereka yang lucu antara lain saat sol sepatu Dodi terlepas di depan kelas, tatkala Duta ditolak masuk ke restoran mahal karena mengenakan kaos, sampai ketika Tika dijebak oleh teman sekelasnya sehingga terkesan nyolong ponsel cerdas. Pada titik awal ini, kandungan humornya memang tak selalu mengenai target – malah ada kalanya agak meleset. Tapi Orang Kaya Baru mulai menunjukkan giginya terhitung semenjak para protagonis dalam film mengalami gegar budaya akibat ketiban durian runtuh. Kenorakan sikap mereka yang menyentil para OKB (baca: orang kaya baru) di luar sana membuat saya sukar untuk duduk tenang di kursi bioskop seraya menyeruput minuman bersoda. Takut tersedak, euy! Momen emas yang membuat muka saya mengencang ini muncul dari adegan makan di restoran, kiriman mobil mewah, serta video sang kepala keluarga.

Disamping sensitivitas Ody dalam meramu adegan komedik (well, jejak rekamnya adalah bukti konkrit bahwa dia handal menangani banyolan) serta selera humor Joko yang bagus, faktor lain yang menyebabkan sederet kelucuan dalam Orang Kaya Baru dapat berfungsi secara maksimal adalah performa jajaran pemainnya. Raline Shah mampu keluar dari zona nyamannya, Fatih Unru menunjukkan bahwa dia memang komedian cilik berbakat, Lukman Sardi tampil efektif dalam peran singkatnya yang menggelitik saraf tawa, dan Cut Mini yang sekali ini tampil gila-gilaan kembali membuktikan bahwa dia dikaruniai comic timing yang jempolan. Jujur, saya tidak bisa membayangkan film ini tanpa kehadiran Cut Mini karena segala celotehan berikut polahnya adalah definisi dari istilah “pecah!”. Terkadang, saya sampai menunduk malu melihat kelakuannya karena membayangkan ibu sendiri akan bertingkah serupa: mendadak histeris di tempat umum, melontarkan pertanyaan-pertanyaan ajaib, sampai narsis di depan kamera. Jika saya adalah Tika, Duta, atau Dodi, mungkin sudah mengambil langkah seribu secepatnya! Tapi tentu saja mereka tidak sedurhaka itu karena mereka masih saling mencintai satu sama lain, meski belakangan tak lagi terasa seperti halnya kandungan emosi dalam film yang memiliki cita rasa hambar. Momen sentimentil yang dipersiapkan untuk menggantikan momen komedik di paruh akhir, sayangnya berlalu begitu saja tanpa menggoreskan kesan mendalam. Tak bikin hati terenyuh, tak juga mengundang air mata. Setelah dibuat capek terbahak selama lebih dari satu jam, saya sebetulnya agak kecewa begitu mendapati Orang Kaya Baru urung memberi hidangan penutup yang manis nan hangat. Yang kemudian mengobati rasa kecewa pada diri ini adalah rasa syukur karena setidaknya film ini masih mampu memberikan sajian menghibur yang memantik gelak tawa meriah.

Exceeds Expectations (3,5/5) 



4 comments:

  1. Jadi makin penasaran sama filmnya

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. CineTriz, mohon kritik dan sarannya (dimaki pun saya ikhlas) dong untuk film pendek horror found footage saya....
    https://www.vidio.com/watch/1568191-isff2019-hirangrakus-full-movie-sampit
    Baca deskripsi dulu ya Bang sebelum nonton!
    Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syiap. Nanti coba ditengok. Makasih ya sudah berbagi :)

      Delete

Mobile Edition
By Blogger Touch