28 Januari 2013

20 FILM TERBAIK 2012 VERSI CINETARIZ


Akhirnya, selesai juga saya membuat daftar '20 Film Terbaik 2012 Versi Cinetariz' setelah berhari-hari lamanya berjuang memilah-milah film mana saja yang berhasil menembus daftar akhir dan film mana saja yang terpaksa untuk digugurkan. Sejujurnya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang terbilang mudah dalam menyusun list tahunan ini, karena untuk sekali ini, susahnya luar biasa. Pusing saya dibuatnya. Bukan karena terjadi kemerosotan dalam hal kualitas, tetapi justru sebaliknya. Banyak sekali film yang membuat saya berdecak kagum, jatuh hati, dan tergila-gila dibuatnya. Tahun lalu benar-benar menjadi salah satu tahun terbaik bagi perfilman dunia. 

Dengan total film yang saya tonton mencapai lebih dari 250 film, maka pilihan pun semakin meluas. Ada banyak pertimbangan mengapa film tertentu sukses mencapai top 20, mengapa film tertentu hanya sukses mendiami 'honorable mentions', dan mengapa beberapa film yang  digemari oleh masyarakat malah sama sekali tidak masuk. Tentunya, semua pilihan ini bersifat subjektif sehingga dapat dimaklumi jika ada kesamaan atau perbedaan selera dengan para pembaca di dalamnya. Film-film yang berhasil lolos di daftar ini adalah film-film produksi tahun 2011-2012 yang tayang secara luas (baik bioskop maupun home video) serta saya simak sepanjang tahun 2012. Maka jika Anda bertanya, dimana Les Miserables dan The Impossible yang sedemikian saya puji, maka saya akan menjawab, mungkin tahun depan. Mayoritas film Indonesia pun tak saya loloskan dengan pertimbangan telah ada list khusus '12 Film Indonesia Terbaik 2012'. Bukan berarti tidak layak atau kalah bagus, tetapi memberi ruang untuk film lain. 

Sebelum kita menapaki 20 besar, seperti biasa, saya akan mengajak Anda untuk mengintip film-film apa saja yang juga mencuri perhatian saya sepanjang 2012 namun kurang beruntung di detik-detik pemilihan yang berlangsung ketat. Fuh... 

Honorable Mentions :

The Grey 

• A Simple Life 

• Headhunters 


• 21 Jump Street 

Brave

Dan inilah 20 film terbaik pilihan Cinetariz... 

Dikemas dengan gaya found footage, Chronicle membuka gelaran film di tahun 2012 dengan apik. Tak ada kisah superhero mari-kita-selamatkan-dunia di sini. Yang ada, bagaimana sekumpulan remaja menyikapi kekuatan baru dengan cara mereka sendiri. Usai menyimak film ini saya berdebat panjang dengan seorang teman membahas, “siapa yang sebenarnya patut disalahkan atas serangkaian peristiwa yang terjadi di sini, sang ayah atau sang anak?”. 

Joss Whedon menjalankan tugasnya dengan sempurna dalam mengerjakan The Avengers sehingga hasilnya... boom! Salah satu film superhero terbaik yang pernah dibuat. Penuh hingar bingar dengan aksi serta efek khusus yang mempesona, pembagian jatah screentime yang adil merata untuk ke-6 superhero kondang milik Marvel serta suntikkan humornya yang cerdas, membuat film ini sangat menyenangkan untuk disimak. 

18. Ruby Sparks 
Banyak dari kita yang menginginkan pendamping hidup yang sempurna, dalam artian tak pernah melakukan kesalahan, sementara, well... nobody’s perfect, rite? Ketika kita akhirnya diberikan kesempatan untuk menciptakan pasangan kita sendiri dan mengontrol sesuai dengan kemauan, akankah hidup lantas sempurna dan penuh dengan kebahagiaan? Inilah yang Jonathan Dayton dan Valerie Faris coba singgung melalui Ruby Sparks. Sebuah film komedi romantis yang unik dengan sindiran-sindiran yang tepat sasaran. 

The Raid adalah jawaban atas pertanyaan ‘kapan perfilman Indonesia bisa membuat film laga yang seru?’ yang telah dilayangkan menahun. Tanpa dibekali skrip yang memadai, Gareth Evans tetap sanggup membuat penonton duduk manis di dalam bioskop dan terpukau menyaksikan gelaran aksi yang ditebar nyaris tanpa putus yang memacu adrenalin. Desingan peluru, baku hantam, hingga muncratan darah adalah apa yang akan Anda dapatkan saat menyaksikan film ini. Penonton terlalu sibuk untuk dibuat tegang, bersorak sorai, atau malah mengumpat sehingga dapat memaafkan plot-nya yang setipis kertas. 

Christopher Nolan memberikan hampir semua yang diinginkan oleh fans Batman dan film-filmnya melalui The Dark Knight Rises. Seri penutup dari trilogi Sang Ksatria Hitam ini dibuat dengan lebih ambisius, lebih megah, lebih dalam, lebih suram, lebih rumit, dan lebih seru dari sebelumnya. Walaupun bagi saya Batman Begins dan The Dark Knight masih lebih unggul, khususnya dalam hal penceritaan, The Dark Knight Rises tetaplah sebuah konklusi epik dari Batman Nolan yang akan teramat sayang jika dilewatkan begitu saja. 

Yah... ini adalah salah satu kejutan manis bagi saya di tahun 2012. Sama sekali tidak menyangka jika akhirnya dapat terpesona dengan Wreck-It Ralph setelah keraguan sempat melanda di hati beberapa kali. Wreck-It Ralph mengombinasikan sebuah petualangan yang seru dengan komedi cerdas dan drama menyentuh secara padu. Banyaknya referensi terhadap budaya pop serta nostalgia terhadap arcade game yang diusungnya merupakan salah satu dari berbagai macam alasan mengapa film ini lezat untuk disantap. Sebagai pecandu game di era 90-an, rasanya sungguh mengasyikkan melihat sejumlah tokoh game yang familiar berseliweran di layar. 

14. Monsieur Lazhar 
Sebuah film yang hangat mengenai hubungan seorang guru pengganti dengan murid-muridnya yang mengalami sebuah peristiwa traumatis usai guru kesayangan mereka bunuh diri di dalam kelas yang mereka tempati. Saya benar-benar dibuat emosi dan sepanjang film tiada henti mengutuk perbuatan si guru yang entah dapat ide bodoh darimana untuk bunuh diri di dalam kelas. Rasanya ingin sekali memberi pelukan erat kepada setiap murid di kelas Pak Lazhar, khususnya Simon yang terlihat sangat terpengaruh dengan peristiwa ini. 

13. Looper 
Menonton Looper pun menjadi salah satu pengalaman menonton paling mengasyikkan yang saya dapatkan, setidaknya untuk tahun lalu. Rian Johnson mampu memadukan thriller, romansa, dan sedikit bumbu komedi menjadi satu kesatuan yang apik. Sesekali memang terasa memusingkan, namun seringkali film sanggup membawa saya melewati fase deg-degan yang menyenangkan. Looper telah membawa saya ke dalam sebuah perjalanan seru yang penuh dengan hal-hal mengejutkan yang di dalamnya mengandung naskah cerdas berisi, akting menawan para pemain, serta kandungan hiburan dengan takaran yang pas. 

12. Kahaani 
Ketika masih ada sejumlah masyarakat Indonesia mencemooh film India, tanpa mereka sadari Bollywood telah melangkah jauh ke depan. Kahaani adalah salah satu bukti terkonkritnya. Meniadakan lagu serta gerakan tari yang telah menjadi ciri khas film India, garapan Sujoy Ghosh ini membawa kita kepada sebuah jalinan penceritaan yang menegangkan dan tak henti-hentinya menimbulkan rasa penasaran. Akting cemerlang dari Vidya Balan serta ‘twist ending’ yang sama sekali tidak disangka-sangka datangnya (dan sangat watdefak tentunya), membuat saya berani melabeli Kahaani dengan... Bollywood at its best! 

11. Frankenweenie 
Selamat datang kembali, Tim Burton. Setelah beberapa tahun terakhir tersesat dalam film-film yang memble, Burton akhirnya bangkit, menggebrak, memuaskan para penggemarnya, dan siap untuk merebut kembali kejayaannya yang telah pudar melalui Frankenweenie yang merupakan reka ulang dari film pendek garapannya. Hadir dengan nuansa ‘gothic’ yang menjadi ciri khasnya, ada banyak magis di dalam film ini serta satu elemen yang nampaknya telah absen dalam beberapa film terakhir Burton, hati. Frankenweenie adalah sebuah film animasi yang hangat, menyentuh, jenaka, sekaligus menyeramkan. 

End of Watch bukanlah ‘another buddy cop movie’ dengan konsep yang usang, klise, dan mudah ditebak. Memilih pendekatan baru untuk genre ini dengan menyajikannya dengan gaya mockumentary seolah kita tengah menyimak sebuah reality show berjudul Cops, menyuntikkan hati, menyeimbangkan antara aksi, drama serta sedikit ‘teror’, dan chemistry yang luar biasa antar para pemainnya, End of Watch pun berakhir sebagai sebuah hidangan yang sederhana namun lezat. It’s gripping, intense, and fun. It brought every single one of my emotions out

9. Pitch Perfect 
Pitch Perfect bagaikan sebuah perpaduan yang sempurna antara Bridesmaids, Bring It On, dan serial televisi musikal, Glee. Penuh dengan keceriaan, canda tawa, dan deretan tembang yang cepat menjadi candu. Kehadiran Rebel Wilson sebagai Fat Amy membuat film yang sejatinya telah dianugerahi naskah yang lucu menjadi berkali-kali lipat lebih lucu. Tak henti-hentinya saya tertawa terbahak-bahak menyimak Pitch Perfect. It’s freaking hilarious, and... excuse me, bitch, It’s aca-awesome

8. Ted 
Ted adalah film komedi paling lucu, paling kasar, paling nakal, paling kurang ajar, dan paling tidak mengenal sopan santun tahun lalu. Seth MacFarlane telah menciptakan sebuah film komedi fantasi yang bagi saya nampak sebagai ‘Christmas movie’ yang penuh dengan kegilaan, sentilan, lucu, menyenangkan, namun tetap punya hati. Ini bukan hanya sebuah film komedi gila-gilaan tanpa tujuan yang mengajak penonton tertawa habis-habisan saat si Teddy Bear mengejek tanpa ampun berbagai fenomena pop culture, tetapi juga mengajak untuk merenungi makna dari kedewasaan, tanggung jawab, komitmen serta belajar membuat keputusan. Dalam! 

7. Skyfall 
Saya tidak pernah benar-benar menjadi fans berat dari James Bond yang mengenal setiap karakter serta franchise filmnya luar dalam. Akan tetapi, Skyfall telah mempengaruhi saya untuk mempelajari sekaligus memahami si agen 007 ini berkat Sam Mendes yang lebih asyik dalam menguliti dan menyelami sisi humanis dari Bond ketimbang menggeber aksi seperti dua jilid pendahulu (dari generasi Daniel Craig). Pun demikian, Skyfall tetap memiliki serentetan adegan aksi yang mendebarkan – simak saja set piece pembukanya yang seru dan habis-habisan – serta yang menjadi highlight dari jilid ini, sinematografi yang sangat cantik. Inilah film aksi terbaik dari tahun lalu. 

6. Hugo 
Martin Scorsese istirahat sejenak dari ‘dunianya’ yang sarat akan kekerasan untuk mengajak Anda merayakan sinema melalui Hugo. Diangkat dari novel buatan Brian Selznick, ini adalah sebuah surat cinta yang berisi ungkapan hati dari seseorang yang sangat mengagumi keindahan dan magis dari sebuah film yang dihadirkan dalam bentuk serangkaian gambar yang luar biasa cantik. 3D yang umumnya hanya sebagai gimmick belaka, dimanfaatkan secara maksimal oleh Scorsese sehingga membuat Hugo terasa lebih emosional, lebih nyata, dan lebih dekat dengan hati. Ini tentunya sebuah film yang sangat penting bagi siapapun yang mencintai film atau ingin mengenal lebih jauh mengenai film. 

5. The Intouchables 
Salah satu film terlaris sepanjang masa di Prancis ini benar-benar sanggup membuat saya tersihir saat pertama kali menyimaknya hingga kemudian memutuskan untuk melahapnya lagi dan lagi. Guliran cerita persahabatan yang diangkat dari kisah nyata antara Philippe, seorang kaya raya yang lumpuh, dan Driss, perawatnya yang penuh masalah namun seringkali menyemburkan energi positif, dikemas oleh duo Olivier Nakache dan Eric Toledano dengan santai dan penuh humor tapi tetap berhasil membuat hati tersentuh hingga (oh ini memalukan, sebenarnya) menitikkan air mata. Dua tokoh utamanya sangat ‘lovable’ dan track ‘Una mattina’ gubahan Ludovico Einaudi sungguh menghantui. 

 4. The Perks of Being a Wallflower 
Sulit untuk mendeskripsikan mengapa saya bisa benar-benar dibuat jatuh hati kepada film ini. Ada sebuah magnet kuat yang membuat saya sulit untuk begitu saya melupakan The Perks of Being a Wallflower dari pikiran. Apa yang dimunculkan oleh Stephen Chbosky di sini tak jauh-jauh dari kisah suka duka kehidupan remaja yang bersinggungan dengan persahabatan, cinta, seks, hingga pencarian jati diri dengan tambahan rahasia kelam yang menghinggapi tiap tokohnya. Jalinan penceritaannya yang sangat kuat mendapat dukungan penuh dari akting para pemainnya; Logan Lerman, Emma Watson, dan Ezra Miller, yang sangat prima. 

Salah satu film horror paling cerdas yang pernah saya saksikan dalam beberapa tahun terakhir. Kapankah terakhir kali Anda bersenang-senang, berteriak ketakutan, dan melontarkan ‘Watdefak!’ berulang kali tatkala menyaksikan sebuah film seram di bioskop? The Cabin in the Woods mengobati kerinduan saya akan film horor yang tidak hanya membuat saya terlonjak dari kursi bioskop dan berteriak sekencang mungkin, tetapi juga terpana dengan kisah yang disajikan. Duo Drew Goddard dan Joss Whedon berhasil menampilkan teror klasik yang mencekam dengan balutan dialog berselera humor tinggi, sindiran-sindiran atas ramuan klise film horor, dan alur yang susah ditebak kemana akan bermuara. 20 menit terakhir dari film ini membuktikan kejeniusan Goddard dan Whedon. Ini adalah sebuah kado (atau surat cinta?) istimewa untuk para penikmat horror. 

Pernahkah Anda menitikkan air mata saat menonton sebuah film karena saking indahnya? Saya pernah beberapa kali, dan The Artist adalah salah satunya. Film arahan sutradara Prancis, Michel Hazanavicius, ini tidak hanya indah, tetapi juga unik, cerdas, lucu, lembut, dan menyentuh. Dikemas dalam bentuk film hitam putih dan tanpa dialog, The Artist merupakan sebuah surat cinta yang dihaturkan untuk film bisu. Absennya suara tokoh di sini membuat film bergantung sepenuhnya kepada para pemainnya yang ekspresif serta naskah yang sekalipun sederhana dalam bertutur namun terasa manis dan jenaka. Saya benar-benar dibuat jatuh hati kepada film ini... dan saya tidak sendiri. Untuk pertama kalinya dalam sejarah menyaksikan film di bioskop (pemutaran reguler, bukan screening khusus), penonton serempak memberikan tepuk tangan penuh penghormatan usai menyimak The Artist. What a wonderful movie to celebrate cinema! 

Jika ada pertanyaan, “apa film yang paling sering Anda saksikan di tahun 2012?”, dilayangkan kepada saya, maka tanpa ragu saya akan menjawab, Life of Pi. Empat kali saya menyaksikan film ini di bioskop, tak sekalipun rasa bosan menghinggapi, dan rasa kagum seperti pertama kali menyaksikannya selalu saya dapatkan saat menyimak ulang. Ini adalah sebuah pencapaian sinematis yang sangat luar biasa, Ang Lee at his best! Selama lebih dari dua jam, Life of Pi membuat saya bersemangat, terlibat, tersentuh, tertawa, terkejut, hingga tertampar keras-keras. Penampilan apik dari para pemain, penceritaan yang menakjubkan, sinematografi yang memesona, visual efek yang mencengangkan, musik skor yang indah, hingga petualangan berbalut fantasi yang penuh kejutan adalah apa yang akan Anda dapatkan dari Life of Pi. Dan masih ditambah dengan 3D-nya yang merasuk sempurna. Pesan moral yang coba untuk dihaturkan oleh film ini pun berhasil tersampaikan dengan sangat baik dan mengena, setidaknya bagi saya. Ada sebuah dampak positif yang saya rasakan usai menyaksikan film ini. Everything about this movie was simply beautiful.

50 komentar:

novry mengatakan...

senang melihat "kahaani" disini..tapi bertanya-tanya kemana katnis averdeen dan pieta..hehe..

CineTariz mengatakan...

Kalau Katnis Everdeen terpaksa untuk 'mengalah' di babak-babak akhir karena 20 film lainnya lebih mengesankan untuk saya, sementara Pieta belum sempat saya saksikan hingga 31 Desember 2012. Mungkin tahun depan :)

Yuki Aditya mengatakan...

Lesbihonest....Pitch Perfect is pure fun.

Anonim mengatakan...

ni gmna cih, kuq ga ad THE TWILIGHT SAGA: BREAKING DAWN - PART II". pdhal ituh khan pilem paporit aquwh.

Anonim mengatakan...

Mbak atau mas yang di atas seperti yang telah dijelaskan pada tulisan awal bahwa ini kan penilaian secara subjektif. Kalo menurut situ bagus kan belum tentu admin berpendapat demikian.

Anonim mengatakan...

aku belom nonton kahaani, tapi film bollywood yang keren endingnya itu 'bodyguard'...

CineTariz mengatakan...

^ Wah, Kahaani itu wajib dijajal. Ending-nya benar-benar di luar dugaan. Semua tebakan saya tak satupun yang kena. Salah satu 'twist ending' terbaik.

@yuki aditya: Sama sekali tidak menyangka Mas Yuki ternyata menggemari Pitch Perfect. Tos dulu!

Hen Sam mengatakan...

Olala...saya suka sekali Life of Pi...setelah The Shawshank Redemption...baru film ini yg bisa membuat saya puas lahir batin.

Lin-lin mengatakan...

banyak yg belum di tonton, kalau selera saia sih yg penting ngga rumit dan cukup entertain :D

CineTariz mengatakan...

Sebenarnya, selera saya juga nggak ribet. Saya mudah jatuh hati dengan film yang sanggup membuat saya tertawa terbahak-bahak, menyentuh hati, tegang, atau terlibat ke dalam film :)

Anonim mengatakan...

wah tampaknya mesti ngikutin blog mas satu ini..ternyata kita punya selera film yang sejenis hahaha..semangat terus dalam mereview film nya ya!

Quentin Tarantino mengatakan...

django unchained???
itu film kan keren banget,, film dgn rating tertinggi di imdb utk tahun 2012!!! ?

katanya milih sesuai kualitas??

CineTariz mengatakan...

Apakah Anda membaca bagian ini, "Film-film yang berhasil lolos di daftar ini adalah film-film produksi tahun 2011-2012 yang tayang secara luas (baik bioskop maupun home video) serta saya simak sepanjang tahun 2012"? Pada saat list disusun, Django Unchained belum tayang di Indonesia dan saya juga belum menyaksikannya.

Oia, list ini tidak hanya berdasar kualitas, tapi juga preferensi penulis :)

Fauzi mengatakan...

Cloud Atlas, Argo, gak masuk honorable mention mas? hehe

Moonrise Kingdom juga bagus bgt tuh.

Untuk Wreck it ralph! saya setuju sekali kalau film ini masuk top 20 dibanding brave (yg ironisnya justru menang oscar).

CineTariz mengatakan...

Ya Tuhan... Sepertinya saya akan menjelaskan ini jutaan kali. Saya mohon dengan sangat, tolong paragraf pembuka dibaca terlebih dahulu. Di sana telah saya jelaskan alasan pemilihan film-film yang lolos dalam daftar ini.

Cloud Atlas, Argo, dan Moonrise Kingdom belum saya saksikan di tahun 2012 karena menunggu jadwal edar di bioskop. Berhubung MK tidak beredar, jadi yah, saya menunggu DVD original tahun ini. Itulah alasan saya tidak memasukkan ketiga film tersebut :)

Yup, Wreck-It Ralph memang jauh lebih mengesankan ketimbang Brave. Saya pun menjagokannya di Oscar bersama dengan Frankenweenie, sayang dikalahkan oleh Brave :(

Abdul Rohman mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Abdul Rohman mengatakan...

@CineTariz: Gan, ko di situs ini ga ada resensi film action (kungfu/semacamnya) ?

CineTariz mengatakan...

Ada kok, coba buka 'Action' di bagian labels. Cuma memang jumlahnya tidak sebanyak genre lain. Saya juga lebih mengutamakan yang tayang di bioskop :)

Anonim mengatakan...

Man On The Ledge dan Contraband jg keren...

Anonim mengatakan...

Mas Tariz, prasaan Katnis Everdeen ama Pieta emang satu film deh..
Ato emang aku yg gak tau yah..,hehe..
Nice post gan.

CineTariz mengatakan...

Oalah... Maksudnya Peeta, salah satu tokoh di 'The Hunger Games'? Haha, saya salah paham. Karena ada film Korea berjudul 'Pieta' yang disebut-sebut sebagai salah satu film terbaik tahun lalu.

agoesinema mengatakan...

sudah nonton talaash belum mas bro... ini film bollywood yg endingnya juga keren...

agoesinema mengatakan...

sudah nonton talaash belum mas bro... ini film bollywood yg endingnya juga keren...

agoesinema mengatakan...

sudah nonton talaash belum mas bro... ini film bollywood yg endingnya juga keren...

CineTariz mengatakan...

Buset, semangat amat sampai 3 kali. Hahaha. Talaash? Sudah donggg... Endingnya keren memang meski saya masih lebih suka Kahaani. Tapi sayangnya saya nonton Talaash setelah list ini sudah diterbitkan :(

Anonim mengatakan...

napoleon dynamite, brillian kocak sedikit adsurb, coba agan2 tonton film in.

arthaleta dewi mengatakan...

Baru nemu blog keren nih... thx yh info film2nya jd lbh mudh hunting film deh heheheh.... ditunggu film2 keren brikutnya yh mas ^_^

MeLia mengatakan...

setuju semua, kecuali Ted,, film menjijikan menurutku.. sangat menyesal nonton film itu..minista ke unyu an Teddy Bear.

MeLia mengatakan...

setuju semua, kecuali Ted,, film menjijikan menurutku.. sangat menyesal nonton film itu..minista ke unyu an Teddy Bear.

CineTariz mengatakan...

@arthaleta : Selamat datang di Cinetariz! Semoga betah ya berjalan-jalan di blog ini :)

arthaleta dewi mengatakan...

yup... pastinya mas ^_^.. oya AQ DH lama beli dvd hello ghost kirain filmx lebay gitu eh pas bca review mas eh jd penasaran xixixix... ternyata endingx bikin mewek pdhal dri awl ngakak mulu...

Anonim mengatakan...

aku fans the raid, Udah puluhan kali aku tonton dan ngak pernah bosan. Udah ngak sabar nunggu the raid 2 berandal tayang, tpi masih lama 2014.

Anonim mengatakan...

film MAMA jga bagus bnget I Like MAMA.

Latest Movie Trailer and Information Update mengatakan...

ada banyak film keren di tahun ini..
tapi buat versi ini, sebagian beasr aku setuju..

Ocha Rosmiaty mengatakan...

Battleship, recommend BGT bgi yg ska action..
I love this movie..

pojok-ara mengatakan...

Nambah info boleh ya mas admin...
film bollywood yg menurut saya touching + inspiring & rasanya pasti semua komentator di atas saya pernah tonton, adalah 3 idiots yg rilis tahun 2009.

Pertama kali menonton, saya jadi ingat akan rektor kampus saya sendiri yg "killer". Mirip banget dg salah satu karakter di film tsb. hehe..

btw, belakangan saya baru tau juga film ini dibuat berdasarkan novel dari penulis Rajkumar Hirani.

JASMINE HAMD mengatakan...

Ikut nimbrung mas bro, setuju dengan life of PI, abis nontonnya puas bgt... mungkin perlu bikin daftar film terburuk juga... perlu itu... thanks

CineTariz mengatakan...

^ Jasmine, nanti kalau saya bikin daftar film terburuk, banyak yang nimpuk saya. Hahaha.

Anonim mengatakan...

Buat adminnya saya boleh saran nonton film bollywood yg judulnya 'taare zameen par', saya berkali2 nonton dan berkali2 pula nangis. Ada juga film singapura yg 'I'm not stupid 2', ada juga film remaja thailand 'suckseed' sama 'crazy little thing called love'. Ga masuk bioskop sih. Cuma recommended buat ditonton aja. Juga mau denger komennya dari mas admin.

CineTariz mengatakan...

Halo...

Kebetulan film-film yang disebutkan sudah saya tonton, hanya saja kebanyakan tidak diulas memang. Dan saya setuju jika film-film tersebut sangat layak buat disaksikan, terutama Taare Zameen Par (kebetulan Aamir Khan adalah salah satu aktor Bollywood favorit).

Untuk Crazy Little Thing Called Love sudah saya ulas kok, search saja :)

Egretta Dewi mengatakan...

Its really nice review, but maybe it should be less 'f' word, its really rude

Muslih Culun mengatakan...

wrak it ralp
kahani
a simple life
cuma itu yang belum gan..
list di atas sdah aq coba tonton semua.
ruby spark bagus ....

Anonim mengatakan...

Aku suka "life of pi" mengesan kan

Feriantano.com mengatakan...

Makasig atas infonya, sangat berguna nih.

Eko Prasetyo Wibowo mengatakan...

perfect number (korea) bener2 sayang ga di masukin di list - coba tonton deh, drama thriller yang di sajikan bener2 sulit ditebak di campur bumbu romansa yang apik n elegant. buktikan deh.

CineTariz mengatakan...

Harus ada yang dikorbankan, bukan? Banyak sekali film bagus di tahun lalu yang terpaksa gagal masuk karena satu dan lain hal. Saya sudah mencicipi Perfect Number, tapi sayangnya tidak cukup kuat untuk menembus 20 besar. Mungkin bisa jika list ini memuat 50 film.

Anonim mengatakan...

Baru ntn life of pie...sangat telat, emang..film yg bikin saya terpana mpe berkesan banget berhari-hari..yg bikin saya mikir..Pas film ini muncul, kemanakah saya?? ;p

Randy Ditho mengatakan...

Coba review film Divergent 2014
tapi pas liat trailer nya, boleh juga ini film nya
terus baca review nya disini http://dokterfilm.blogspot.com/2014/02/divergent-different-makes-you-dangerous.html#more kayaknya keren film nya, hhehe :D

Hendra Daulay mengatakan...

film "the BILLIOnare" fimnya Thailand, dari sini bisa membuka hati kita, mana yang terbaik buat masa depan kita sendiri

Anonim mengatakan...

wah seperti film2nya sangat menarik jadi pengen download
toko buku islam dan obat keputihan

Mobile Edition
By Blogger Touch