“Melarikan diri dari rasa sakit hati itu, enggak akan membuat kita
lebih baik. Sakit hati itu harus kita nikmati.”
Terlampau sering di dalam rumah
selama pandemi Covid-19, membuat pikiran saya sering melantur kemana-mana. Pernah
pada suatu hari yang tidak terlalu indah, saya mendadak punya keinginan amat random, “duh pengen deh nonton film percintaan remajanya Screenplay Films yang
ajaib itu. Udah lama sekali rasanya.” Ternyata, dari sekian banyak doa yang
pernah hamba rapalkan, doa ini termasuk yang dikabulkan secara cepat oleh Tuhan.
Tiba-tiba saja rumah produksi ini, bekerjasama dengan IFI Sinema dan Netflix,
meluncurkan Seperti Hujan yang Jatuh ke
Bumi ke raksasa penyedia layanan streaming.
Film romansa yang didasarkan pada novel laris bertajuk sama rekaan Boy Candra
(karyanya yang lain, Malik dan Elsa,
pun sudah diadaptasi) ini memenuhi semua kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi
sajian cinta-cintaan khas Screenplay. Di sini, kamu bisa mendapati: 1) jalinan
penceritaan yang agak sulit dibayangkan akan terwujud dalam kehidupan nyata, 2)
dialog berisi untaian kata-kata puitis yang diucapkan oleh para karakter dalam
setiap hembusan nafas mereka, dan 3) production
value yang tampak berkelas guna membedakannya dengan sajian-sajian serupa
yang khusus ditayangkan di stasiun televisi. Terdengar menyiksa menarik,
bukan? Tentu saja, seperti sudah hamba duga sebelumnya, film ini pun tak kalah
ajaibnya sekalipun telah merekrut nama-nama seperti Lasja F Susatyo (Mika, Sebelum Pagi Terulang Kembali) sebagai sutradara, serta Upi (Teman Tapi Menikah, My Stupid Boss) dan Piu Syarif (Moammar
Emka’s Jakarta Undercover) sebagai penulis skenario.